- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- ILeague
VIVA – Dewa United Banten FC harus pulang tanpa poin dari Bandar Lampung. Dalam lanjutan pekan ke-16 BRI Super League 2025/26, tim berjuluk Tangsel Warriors itu takluk 0-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Senin 5 Januari 2026 sore.
Terkait kekalahan tersebut, kapten Dewa United, Ricky Kambuaya menyampaikan pandangannya secara terbuka terkait jalannya pertandingan.
Kambuaya mengawali dengan menegaskan posisinya sebagai pemain profesional yang ingin terus berkembang. Ia menyebut sepak bola modern menuntut pemain untuk selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri.
“Sebagai pemain sepak bola dengan status saya pemain Timnas sebelumnya, saya hanya ingin bagaimana saya bermain sepak bola yang baik untuk kehidupan saya dan saya ingin berkembang secara pribadi,” kata dia dikutip dari laman I-League Rabu 7 Januari 2026.
Ia menilai proses perkembangan tersebut membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Menurutnya, bukan hanya pemain dan tim yang berperan, tetapi juga seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.
“Dalam hal ini saya juga butuh dukungan dari orangtua atau kakak atau semua elemen yang terlibat seperti pengadil, penyelenggara dan banyak pihak untuk itu,” tambahnya.
Lebih jauh, Kambuaya menyoroti kepemimpinan wasit di lapangan. Ia menilai perilaku pengadil dapat memengaruhi kualitas pertandingan dan arah perkembangan sepak bola secara keseluruhan.
“Tetapi kalau pengadil tidak jadi pengadil yang baik dan memihak, bahkan tidak ada nilai-nilai kehormatan, saling menghargai yang tertampil di lapangan. Saya pikir kita tidak akan pernah berkembang dan kita akan berjalan di tempat jika laga berjalan seperti itu,” terangnya.
Meski menyampaikan kritik, Kambuaya tetap menegaskan komitmennya bersama Dewa United untuk melakukan evaluasi. Ia menyadari hasil pertandingan tidak sesuai harapan dan menyebut timnya masih memiliki perjalanan panjang ke depan.
“Untuk Dewa United, kekurangan kami akan kami perbaiki karena perjalanan kami masih panjang. Selamat kepada Bhayangkara FC bisa memenangkan laga hari ini,” ucapnya.
“Saya hanya ingin bermain sepak bola yang baik dan menghibur penikmat sepak bola. Saya juga ingin bertumbuh sebagai pemain dan tidak ketinggalan ilmu sepak bola modern. Saya harap kita semua sama-sama saling mendukung untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” pungkas Kambuaya.
https://www.viva.co.id/bola/1872509-kambuaya-kritik-keras-wasit-di-laga-dewa-united-vs-bhayangkara-kalau-pengadil-memihak-kita-tak-akan-berkembang
Comments
0 comment