- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Jay Idzes / Instagram
VIVA – Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, angkat bicara setelah timnya harus mengakui keunggulan Juventus pada pekan ke-19 Liga Italia. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Rabu 7 Januari 2026 dini hari WIB, Sassuolo dipaksa menyerah telak dengan skor 0-3.
Tiga gol kemenangan Juventus lahir dari gol bunuh diri bek Sassuolo, Tarik Muharemovic, pada menit ke-16, disusul gol Fabio Miretti di menit ke-62, serta Jonathan David semenit berselang.
Gol terakhir Juventus menjadi sorotan lantaran berawal dari kesalahan fatal Jay Idzes. Bek Timnas Indonesia itu gagal mengantisipasi situasi saat mencoba mengirimkan backpass ke penjaga gawang. Bola yang terlalu lemah berhasil direbut Jonathan David dan berujung gol ke gawang Sassuolo.
Fabio Grosso mengakui rencana permainan yang disiapkan timnya tidak berjalan sesuai harapan, terutama saat menghadapi lawan sekelas Juventus yang dihuni pemain-pemain berkualitas tinggi dan ditangani pelatih berpengalaman.
“Juventus memiliki kualitas untuk menahan dan melukai kami. Ada situasi-situasi yang seharusnya bisa kami hindari agar tidak memberi mereka peluang,” ujar Grosso melalui laman resmi klub.
Menurut mantan bek Juventus itu, menghadapi tim elite membutuhkan performa yang jauh lebih sempurna. Kesalahan kecil, kata Grosso, bisa langsung berujung hukuman.
“Melawan tim seperti ini, level permainan harus meningkat secara signifikan. Anda juga membutuhkan sedikit keberuntungan dan berharap lawan tidak berada dalam performa terbaik. Namun, pertandingan kali ini tidak berjalan seperti itu,” lanjutnya.
Grosso juga menyoroti lemahnya lini pertahanan Sassuolo yang melakukan sejumlah kesalahan krusial. Ia menegaskan laga berat seperti ini harus dijadikan bahan pembelajaran bagi timnya.
“Kami harus berkembang lewat situasi-situasi sulit. Di momen seperti inilah tim bisa bertumbuh dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya. Kami harus lebih cerdas dalam bertahan, serta menemukan solusi untuk menggantikan pemain-pemain yang absen,” tutur Grosso.
Kekalahan ini membuat Juventus kembali mengamankan posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan koleksi 36 poin. Sementara itu, Sassuolo harus turun satu peringkat ke posisi ke-11 dengan raihan 23 poin.
https://www.viva.co.id/bola/1872473-blunder-fatal-jay-idzes-warnai-kekalahan-sassuolo-dari-juventus-ini-kata-fabio-grosso
Comments
0 comment