- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Getty Images
Manchester, VIVA – Wembley selalu punya cara melahirkan cerita baru dalam sepak bola Inggris. Di stadion megah itu, bukan hanya trofi yang diperebutkan, tetapi juga takdir para pemain muda yang menunggu momen untuk bersinar. Musim ini, panggung itu menjadi milik Nico O’Reilly yang merupakan seorang jebolan akademi yang menjelma jadi pahlawan.
Tak banyak yang menyangka, pemain berusia 21 tahun itu akan menjadi penentu di laga sebesar final. Namun di bawah tekanan tinggi, ia justru tampil paling tenang. Dua gol sundulan di babak kedua membawa Manchester City menang 2-0 atas Arsenal, sekaligus mengunci gelar Piala Liga Inggris musim ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih dari sekadar kemenangan, laga di Wembley menjadi simbol keberhasilan proses panjang yang dibangun City dari level paling dasar. O’Reilly bukan pemain instan. Ia tumbuh dari akademi, melewati persaingan ketat, hingga akhirnya dipercaya tampil di momen paling krusial.
Kisah ini juga mencerminkan arah baru klub dalam 12 bulan terakhir. Di tengah tuntutan untuk terus menang, City tetap memberi ruang bagi talenta muda untuk berkembang. Regenerasi berjalan tanpa mengorbankan kualitasi ini merupakan sesuatu yang jarang bisa dilakukan klub besar.
Pemain Manchester City rayakan gol
Photo :- Dok. Manchester City
Di balik meledaknya performa O’Reilly, ada peran besar para pemain senior. Kultur juara yang sudah terbentuk di ruang ganti membuat pemain muda tidak merasa sendirian saat menghadapi tekanan.
“Kami punya pemimpin hebat di tim ini, dan itu sangat membantu,” ujar O’Reilly dikutip laman resmi Klub.
Sentuhan Pep Guardiola kembali terlihat jelas. Ia tak hanya dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang detail, tetapi juga berani memberi kepercayaan kepada pemain muda di momen besar. Keputusan itu terbayar lunas di Wembley.
O’Reilly pun tak ingin larut dalam euforia. Ia menyadari bahwa kemenangan ini harus menjadi awal, bukan akhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ini jadi momentum yang harus kami lanjutkan,” sambungnya.
Ucapan itu menggambarkan situasi City saat ini. Mereka masih bersaing ketat di Premier League, memiliki laga penting melawan Arsenal, serta menghadapi ujian berat kontra Liverpool di perempat final FA Cup.
https://www.viva.co.id/bola/1887825-dari-akademi-ke-wembley-ini-cerita-di-balik-lahirnya-bintang-baru-man-city-yang-jadi-pahlawan-piala-liga-inggris
Comments
0 comment