- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- https://ileague.id/
Yogyakarta, VIVA – PSIM Jogja bakal menghadapi ujian penting saat menjamu PSBS Biak dalam laga tunda BRI Super League 2025/26. Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin sore, 29 Desember 2025, bukan sekadar upaya bangkit, tetapi juga momentum menutup tahun dengan hasil maksimal.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan perubahan jadwal pertandingan yang dimajukan tidak memberi dampak berarti terhadap kesiapan timnya. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, jarak satu hari antarlaga bukan faktor krusial dalam kondisi fisik maupun mental pemain.
“Itu tidak begitu penting karena bermain lebih cepat satu hari di antara pertandingan-pertandingan ini tidak relevan. Tidak ada pengaruhnya sama sekali,” ujar Van Gastel dalam keterangan resminya.
PSIM memang datang ke laga ini dengan catatan kurang memuaskan. Dua pertandingan terakhir berakhir tanpa kemenangan, masing-masing saat bertandang ke markas Persija Jakarta dan Persijap Jepara. Van Gastel secara terbuka mengakui performa timnya pada laga terakhir menjadi salah satu yang terburuk sepanjang musim ini, terutama akibat lemahnya antisipasi situasi bola mati.
“Kami tidak memenangkan dua pertandingan terakhir itu jelas. Pertandingan terakhir adalah salah satu dari pertandingan terburuk yang kami mainkan sejauh ini,” ungkapnya.
Meski demikian, Van Gastel menolak larut dalam kekecewaan. Ia justru meminta para pemain tetap realistis dan menghargai pencapaian PSIM sebagai tim promosi yang saat ini mampu bersaing di papan atas klasemen sementara.
“Kami harus bangga bahwa kami untuk saat ini berada di urutan kelima di klasemen. Jadi kami harus rendah hati dan mempertahankan apa yang kami lakukan,” kata pelatih berusia 53 tahun tersebut.
Energi Baru PSBS Jadi Alarm Bahaya
Menghadapi PSBS Biak, Van Gastel mengingatkan timnya untuk tidak terbuai oleh posisi klasemen lawan. Ia menilai PSBS memiliki kekuatan fisik yang solid dan berpotensi memberi kejutan, terlebih setelah kehadiran pelatih anyar yang membawa suasana berbeda di dalam tim.
“Saya pikir mereka secara fisik sangat kuat. Mereka punya pelatih baru sekarang. Jadi, ada energi baru,” jelas Van Gastel.
Your browser does not support iframes.
https://www.viva.co.id/bola/1870671-waspada-efek-pelatih-baru-van-gastel-minta-psim-yogyakarta-tak-remehkan-psbs-biak-di-bantul
Comments
0 comment