- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Persib
VIVA – Nama Muhammad Tri Santoso kembali menjadi sorotan usai memimpin laga Persik Kediri vs Persib Bandung yang berakhir imbang 1-1. Kepemimpinannya dalam duel krusial papan atas itu memantik reaksi keras dari pelatih Persib, Bojan Hodak, yang secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap kinerja wasit.
Bagi pendukung Persib, Bobotoh, Tri Santoso bukan figur baru. Wasit asal Asosiasi Provinsi (Asprov) Yogyakarta tersebut sebelumnya juga bertugas dalam sejumlah pertandingan berintensitas tinggi yang melibatkan Maung Bandung.
Tri Santoso tercatat sebagai salah satu wasit yang relatif baru di level tertinggi sepak bola nasional. Ia menjalani debutnya di kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim lalu, dan laga Persik kontra Persib menjadi pertandingan kelimanya sebagai wasit utama pada Super League 2025/2026.
Persib vs Persik di Stadion Brawijaya
Photo :- Dok. Persib
Sebelum memimpin pertandingan di Stadion Brawijaya, Tri Santoso telah mengeluarkan total 15 kartu kuning. Selain itu, ia juga mencatatkan satu kartu merah akibat akumulasi, satu kartu merah langsung, serta memberikan empat penalti sepanjang musim berjalan. Catatan tersebut membuat namanya kerap dikaitkan dengan laga-laga yang berjalan ketat dan sarat tensi.
Salah satu pertandingan yang masih diingat publik adalah duel Persija Jakarta vs Persib Bandung pada musim 2024/2025. Laga panas yang berakhir imbang 2-2 itu diwarnai enam kartu kuning dan menjadi bagian dari rangkaian pertandingan berintensitas tinggi yang dipimpin Tri Santoso.
Sorotan terhadap Tri Santoso semakin menguat setelah hasil imbang yang diraih Persib saat menghadapi Persik Kediri. Dalam laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 yang digelar Senin, 5 Januari 2026, Persib gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Tim tamu sempat memimpin lewat gol Saddil Ramdani sebelum Persik menyamakan kedudukan melalui M. Rafli pada menit-menit akhir. Skor 1-1 membuat Persib kehilangan poin penting dalam persaingan papan atas klasemen, sekaligus tertahan di posisi ketiga di tengah ketatnya perburuan gelar.
Usai pertandingan, Bojan Hodak tak menutupi kekecewaannya. Pelatih asal Kroasia itu secara terbuka mempertanyakan sejumlah keputusan wasit yang menurutnya berdampak langsung pada permainan timnya.
“Pertama, saya akan membahas wasit. Saya tidak puas dengannya,” ujar Hodak kepada awak media. Ia menilai ada beberapa pelanggaran yang luput dari perhatian sehingga mengganggu ritme permainan Persib dan membuat skema yang telah disiapkan tidak berjalan optimal.
https://www.viva.co.id/bola/1872279-sosok-tri-santoso-wasit-persik-vs-persib-yang-disemprot-bojan-hodak
Comments
0 comment