- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- AP Photo/Dave Thompson
VIVA – Alasan di balik pernyataan Ruben Amorim yang menyebut nama Thomas Tuchel, Antonio Conte, dan Jose Mourinho dalam konferensi pers terakhirnya sebagai pelatih Manchester United akhirnya terungkap.
Sebelumnya, hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada akhir pekan lalu sempat dianggap sebagai momen penentu yang membuat manajemen Setan Merah memutuskan untuk memecat Amorim pada Senin pagi.
Namun, laporan terbaru menyebutkan keputusan tersebut sebenarnya sudah disiapkan jauh hari sebelum laga itu berlangsung.
Meski pemilik saham minoritas Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, sempat menyatakan Amorim layak diberi kesempatan menuntaskan kontraknya hingga 2027, jajaran petinggi klub dikabarkan telah merencanakan perpisahan dengan pelatih berusia 40 tahun itu.
Hasil imbang kontra Leeds hanya memperpanjang catatan buruk Amorim, yang mencatatkan tiga kemenangan dari 11 laga terakhir di Liga Inggris.
Situasi tersebut diperparah dengan tidak adanya perkembangan signifikan dari masalah-masalah lama yang membuat Manchester United mencatatkan finis terburuk mereka di Premier League musim 2024/2025. Alhasil, klub kembali harus memulai dari nol untuk mencari pengganti, dengan lebih dari 20 nama pelatih mulai dikaitkan.
Namun, satu hal yang dinilai memperlemah posisi Amorim adalah nada pesimistis yang terus ia tampilkan, termasuk dalam konferensi pers terakhirnya. Dalam kesempatan tersebut, Amorim secara terbuka menyatakan, “Saya tahu nama saya bukan Thomas Tuchel, Antonio Conte, atau Jose Mourinho, tapi saya adalah manajer.”
Belakangan, sejumlah laporan media Inggris menyebutkan bahwa ketiga nama besar itu memang sempat digunakan sebagai pembanding oleh internal klub untuk mempertanyakan kapasitas Amorim berbicara terlalu kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa penyebutan nama Tuchel, Conte, dan Mourinho bukanlah kebetulan, melainkan respons langsung dari tekanan yang ia rasakan.
Sepanjang masa jabatannya, Amorim kerap menunjukkan sikap muram. Ia bahkan pernah menyebut skuad Manchester United saat ini sebagai yang terburuk dalam sejarah klub, hanya beberapa bulan setelah ditunjuk pada November 2024.
Penolakannya untuk mengubah pendekatan taktik di tengah hasil yang tak kunjung membaik semakin mempertegas citra negatif tersebut.
Kini, Manchester United kembali dihadapkan pada pertanyaan besar soal arah klub ke depan. Sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013, delapan manajer permanen telah silih berganti, namun tak satu pun mampu menghadirkan kesuksesan jangka panjang.
https://www.viva.co.id/bola/1872545-sindiran-terakhir-ruben-amorim-sebelum-dipecat-mengapa-nama-tuchel-conte-dan-mourinho-disebut
Comments
0 comment