- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Dok. ILeague
VIVA – Jelang era baru Timnas Indonesia bersama pelatih anyar John Herdman, kabar tak terduga justru datang dari salah satu pemain keturunan yang selama ini sempat masuk radar publik. Bek kiri berdarah Indonesia Belanda, Jordy Tutuarima, resmi mengucapkan salam perpisahan dengan Persis Solo.
Momen ini terasa kontras. Saat perhatian pecinta sepak bola nasional tertuju pada persiapan Skuad Garuda menuju FIFA Series 2026, Jordy justru harus menutup satu bab penting dalam kariernya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepastian berakhirnya kerja sama diumumkan langsung oleh manajemen Laskar Sambernyawa. Persis, Solo memutuskan tidak lagi menggunakan jasa sang pemain pada bursa transfer paruh musim setelah evaluasi internal tim.
Dalam pernyataan resmi di media sosial, klub menyampaikan apresiasi atas kontribusinya.
“Terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan selama berseragam Laskar Sambernyawa. Semoga sukses di mana pun kamu berkarier,” tulis Persis Solo.
Selama berseragam Persis, Jordy dikenal sebagai sosok pekerja keras di sisi kiri pertahanan. Meski tak selalu menjadi starter utama, pengalamannya di sepak bola Eropa sempat memberi warna berbeda bagi permainan tim.
Tak lama setelah pengumuman klub, Jordy juga menyampaikan pesan perpisahan secara pribadi. Nada tulisannya terdengar emosional, seolah menggambarkan realita pahit dalam dunia profesional.
“Leaving is not always a decision, sometimes it’s just life moving forward. Thanks to the ones who had faith in me throughout my time at Persis Solo,” tulis Jordy.
Ia menambahkan tagar terimakasih dan sakjose, yang identik dengan suporter Persis. Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dukungan dari fans yang merasa kehilangan.
Namun di balik perpisahan ini, muncul pertanyaan besar soal masa depan kariernya, terutama peluang kembali bersaing di Timnas Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Status tanpa klub atau bermain di kompetisi yang levelnya lebih rendah berpotensi membuat namanya makin sulit dilirik. Apalagi, standar seleksi tim nasional kini disebut akan jauh lebih ketat di bawah kepemimpinan Herdman.
Dalam konferensi pers perkenalannya, pelatih asal Inggris itu secara terang menyampaikan visi besarnya. Ia ingin Timnas diisi pemain dengan pengalaman di level tertinggi.
https://www.viva.co.id/bola/1879723-resmi-berpisah-mimpi-jordy-tutuarima-bela-timnas-era-john-herdman-jadi-kandas
Comments
0 comment