- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- LFF
VIVA – Sepakbola Asia Tenggara dihadapkan pada dugaan skandal pengaturan skor. Pemain sayap Timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan ditangkap terkait dugaan manipulasi pertandingan dalam ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF.
Mengutip laporan The Guardian, Kamis (8/10/2026), Lueanthala diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor yang berkaitan dengan sindikat perjudian ilegal yang diyakini beroperasi dari Vietnam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasus ini mencuat setelah Federasi Sepak Bola Laos (Lao Football Federation/LFF) melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan. Temuan awal federasi kemudian diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum.
Meski demikian, hingga laporan tersebut disusun, belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian Laos yang memastikan penangkapan Lueanthala. Status hukum pemain tersebut juga belum dijelaskan secara terbuka. Karena itu, dugaan keterlibatannya masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.
Dugaan manipulasi pertandingan ini menjadi perhatian setelah Timnas Laos mencatatkan sejumlah hasil buruk pada fase grup Piala AFF 2026.
Tim berjuluk Thim Xad tersebut menelan kekalahan dari empat lawannya, yakni Thailand dengan skor 0-5, Malaysia 0-4, Filipina 1-4, serta Myanmar 2-7.
Namun, hasil pertandingan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pengaturan skor. Dugaan pelanggaran yang tengah diselidiki harus ditentukan berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan pihak berwenang.
LFF sebelumnya mengonfirmasi telah membuka penyelidikan internal pada 7 Agustus 2026. Kasus itu kemudian dilimpahkan kepada kepolisian setelah ditemukan indikasi dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan perjudian dan penyuapan.
Menurut laporan yang beredar, Lueanthala diduga memiliki peran dalam koordinasi manipulasi pertandingan, termasuk menjadi penghubung antara pihak luar dan pemain. Meski begitu, tuduhan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Dugaan skandal ini kembali mengingatkan publik pada kasus pengaturan skor yang pernah melibatkan sepak bola Laos.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa terkait kasus pengaturan pertandingan melawan Hong Kong pada 2017.
Persoalan kesejahteraan pemain juga kembali menjadi sorotan dalam pembahasan mengenai kerentanan terhadap praktik perjudian. Laporan yang dikutip menyebut pemain Timnas Laos pernah menerima uang saku sekitar US$10 per hari ketika menjalankan tugas bersama tim nasional.
https://www.viva.co.id/bola/1934552-piala-aff-2026-sepakbola-asean-diguncang-pengaturan-skor-pemain-timnas-laos-ditangkap-polisi
Comments
0 comment