- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Cornelius Poppe/NTB Scanpix via AP
VIVA – Erling Haaland kini tengah menyita perhatian publik sepak bola dunia. Kali ini bukan karena ketajamannya bersama Manchester City, melainkan pengakuan jujurnya soal identitas, paspor Inggris, dan hubungan emosionalnya dengan negara tempat ia dilahirkan.
Striker andalan Manchester City itu lahir di Leeds, Inggris, pada 21 Juli 2000. Saat itu, sang ayah Alf Inge Haaland tengah memperkuat Leeds United di Premier League. Namun, perjalanan hidup Haaland berubah ketika ia berusia tiga tahun. Pada 2004, keluarganya memutuskan pindah ke Norwegia, negara yang kemudian membentuk karier dan identitas sepak bolanya.
Meski tumbuh besar dan membela tim nasional Norwegia, Haaland mengakui bahwa Inggris bukanlah tempat asing baginya. Bahkan, negara tersebut memiliki makna khusus dalam kehidupannya.
Sejak bergabung dengan Manchester City, Haaland menyebut dirinya merasa sangat nyaman tinggal di Inggris. Ia menilai kepindahannya ke Premier League sebagai sesuatu yang berjalan alami, seolah kembali ke tempat yang sudah dikenalnya sejak kecil.
Menurut Haaland, faktor keluarga berperan besar dalam kedekatannya dengan Inggris. Ia menyebut keluarganya memiliki kenangan indah selama tinggal di sana. Ibunya pun disebut sangat mencintai Inggris, termasuk tradisi dan budaya yang ada.
Kedekatan emosional itu membuat Haaland merasa Inggris sudah seperti rumah sendiri, meski sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di Norwegia.
Pernyataan Haaland soal kemungkinan memiliki paspor Inggris turut memantik perhatian. Ia secara terbuka mengatakan bahwa dirinya kini bisa mendapatkan paspor Inggris, sesuatu yang tidak memungkinkan saat masih tinggal di Norwegia pada masa lalu.
Namun, Haaland menegaskan bahwa isu tersebut tidak pernah benar-benar menjadi pembahasan serius, terutama terkait tim nasional. Ia menyebut bahwa bermain untuk Inggris tidak pernah dibicarakan karena sejak awal ia sudah berada di Norwegia dan berkembang sebagai pemain di sana.
Pengakuan ini sekaligus menjawab spekulasi publik yang sempat ramai di media sosial. Haaland menegaskan bahwa identitas sepak bolanya tetap bersama Norwegia, negara yang membesarkan dan memberinya kesempatan di level internasional.
https://www.viva.co.id/bola/1871605-lahir-di-inggris-bela-norwegia-pengakuan-jujur-erling-haaland-soal-paspor-dan-identitas
Comments
0 comment