- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- istimewa
Labuan Bajo, VIVA – Liburan keluarga yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi tragedi memilukan di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Fernando Martin Carreras, pelatih Tim B Valencia, meninggal dunia bersama tiga anaknya setelah kapal wisata yang mereka tumpangi tenggelam akibat gelombang tinggi di kawasan Taman Nasional Komodo.
Insiden tragis itu terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025, di perairan Selat Padar. Kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengangkut rombongan wisatawan dan awak kapal dilaporkan mengalami mati mesin sebelum akhirnya dihantam gelombang laut setinggi lebih dari dua meter hingga terbalik dan tenggelam.
Awal Perjalanan Wisata
Berdasarkan laporan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, kapal KM Putri Sakinah sebelumnya melakukan perjalanan wisata ke Pulau Kalong. Setelah menikmati destinasi tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Padar.
Rencana awalnya, para wisatawan dijadwalkan melakukan trekking di Pulau Padar pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025. Namun, musibah terjadi di tengah perjalanan laut menuju pulau tersebut.
“Kecelakaan terjadi akibat hantaman gelombang tinggi yang menyebabkan kapal wisata tersebut tenggelam,” kata Stephanus Risdiyanto, Sabtu, 27 Desember 2025.
Kapal Mati Mesin hingga Terbalik
Menurut laporan Kementerian Perhubungan, KM Putri Sakinah berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 Wita dengan membawa total 11 orang. Sekitar 30 menit kemudian, kapal mengalami mati mesin di tengah kondisi cuaca buruk.
Tak lama berselang, gelombang tinggi menghantam kapal hingga menyebabkan kapal terbalik dan tenggelam di perairan Selat Padar sekitar pukul 21.00 Wita.
“Kapal mengalami mati mesin dalam kondisi gelombang laut cukup tinggi, sehingga menyulitkan upaya penanganan awal,” ujar Stephanus, dikutip dari laporan resmi.
Identitas Korban dan Keluarga
Dari total 11 orang di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan. Mereka terdiri dari dua wisatawan mancanegara asal Spanyol, empat anak buah kapal termasuk kapten, serta satu orang pemandu wisata.
Sementara itu, empat korban lainnya dinyatakan hilang dan seluruhnya merupakan satu keluarga warga negara Spanyol. Mereka adalah Fernando Martin Carreras bersama tiga anaknya yang masing-masing berusia 8 tahun, 9 tahun, dan 12 tahun.
Your browser does not support iframes.
https://www.viva.co.id/bola/1870605-kronologi-nbsp-tragedi-kapal-di-labuan-bajo-yang-tewaskan-pelatih-valencia-dan-tiga-anaknya
Comments
0 comment