- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- AFP Photo
VIVA – Euforia Senegal sebagai juara Piala Afrika 2026 ternyata belum sepenuhnya aman. Di balik kemenangan dramatis atas Maroko di partai final, kontroversi meninggalkan lapangan bisa berujung pada pencabutan gelar.
Isu tersebut mencuat setelah laga final yang berlangsung panas. Di penghujung waktu normal, tim Singa Teranga sempat meninggalkan lapangan yang menyebabkan pertandingan tertunda 20 menit.
Aksi tersebut terjadi usai Maroko dihadiahi penalti di detik-detik akhir waktu normal, keputusan yang langsung memancing reaksi keras dari pemain dan staf Senegal. Beruntung laga bisa dilanjutkan, setelah Sadio Mane turun tangan membujuk rekan-rekannya kembali ke lapangan.
Ekspresi Sadio Mane usai Senegal Juara Piala Afrika 2026
Photo :- Liverpool
Penalti tersebut pada akhirnya gagal dimanfaatkan Maroko. Brahim Diaz mencoba mengeksekusi dengan gaya Panenka, tetapi bola justru mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy. Momentum kemudian berbalik sepenuhnya ke Senegal, yang mencetak gol kemenangan.
Senegal memastikan gelar juara kedua mereka dalam empat tahun terakhir lewat gol Pape Gueye di babak perpanjangan waktu. Tendangan jarak jauh gelandang tersebut menjadi penentu kemenangan 1-0 atas tuan rumah Maroko, setelah laga berjalan tanpa gol di waktu normal.
Mengutip laporan express, Senin 19 Januari 2026, meski hasil di lapangan sudah ditentukan, regulasi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membuka ruang persoalan lain.
Dalam buku peraturan CAF, Pasal 64 menyebutkan bahwa tim yang menolak bermain atau meninggalkan lapangan tanpa izin wasit dapat dinyatakan kalah dan didiskualifikasi dari kompetisi yang sedang berlangsung.
Klausul inilah yang memicu spekulasi soal potensi sanksi terhadap Senegal. Secara tekstual, tindakan meninggalkan lapangan, meski bersifat sementara dan akhirnya kembali bermain, tetap tercatat sebagai pelanggaran prosedural yang bisa ditafsirkan serius oleh otoritas kompetisi.
Dari kubu Maroko, reaksi keras datang selepas pertandingan. Pelatih Walid Regragui mengecam insiden tersebut dan menyebutnya mencoreng citra sepak bola Afrika di mata dunia. Ia menilai penghentian pertandingan yang berlangsung lama turut mempengaruhi konsentrasi pemainnya saat mengeksekusi penalti.
Regragui juga menyoroti dampak psikologis dari jeda panjang tersebut terhadap Brahim Diaz. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin larut dalam polemik dan memilih fokus pada masa depan timnya, yang gagal memanfaatkan peluang emas meraih gelar di kandang sendiri.
https://www.viva.co.id/bola/1874847-kontroversi-final-piala-afrika-2026-gelar-juara-senegal-terancam-dicabut
Comments
0 comment