- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- uefa.com
VIVA – Kekalahan Arsenal dari Manchester United dengan skor 2-3 di Stadion Emirates, Minggu 25 Januari 2025 mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak, salah satunya mantan bek Liverpool, Jamie Carragher.
Carragher menilai masalah Arsenal bukan terletak pada mentalitas. Pria 47 tahun itu justru menunjuk kualitas lini serang sebagai titik terlemah The Gunners, terutama ketika berbicara soal momen-momen penentuan.
Musim panas lalu, Arsenal sebenarnya sudah bergerak agresif. Viktor Gyokeres dan Noni Madueke didatangkan dengan biaya besar untuk memperkuat trisula penyerang. Gyokeres bahkan diposisikan sebagai solusi instan, pemain yang diharapkan memberi dampak langsung di musim berjalan.
Jamie Carragher
Photo :- dailymail
Namun realitas di lapangan belum sepenuhnya sejalan. Penyerang asal Swedia itu baru mencetak sembilan gol dari 28 penampilan di semua kompetisi. Dalam laga melawan United, Gyokeres bahkan memulai pertandingan dari bangku cadangan, dan Gabriel Jesus dipercaya sebagai ujung tombak.
Dalam tayangan Monday Night Football di Sky Sports, Carragher menegaskan pandangannya bahwa Arsenal kekurangan figur pembeda di depan. Ia mempertanyakan apakah The Gunners memiliki sosok penyerang kelas dunia yang bisa mengubah arah pertandingan, seperti Mohamed Salah di Liverpool atau Erling Haaland di Manchester City.
Menurut Carragher, kegagalan Arsenal menjuarai liga dalam beberapa musim terakhir bukan semata karena tekanan mental, melainkan karena absennya pemain ofensif yang benar-benar dominan. Ia juga menilai bahwa Arsenal sebenarnya tidak melonjak drastis, melainkan diuntungkan oleh penurunan performa pesaing-pesaing utamanya.
"Saya rasa Arsenal tidak kekurangan kekuatan mental, mereka kekurangan kualitas di lini serang," kata mantan bek Liverpool itu dikutip dari The Standard.
"Apakah mereka memiliki superstar sejati di lini serang? Saya selalu memiliki perasaan ini terhadap Arsenal selama beberapa tahun dan saya merasa itulah alasan mengapa mereka tidak berhasil memenangkan Liga Premier,” tambahnya.
Meski begitu, Carragher tetap menganggap Arsenal sebagai tim terbaik saat ini dan masih berpeluang besar menutup musim sebagai juara. Namun jika itu terjadi, ia menilai keberhasilan tersebut akan lebih banyak ditopang oleh kekuatan lini belakang, kiper, serta peran Declan Rice di lini tengah, bukan oleh produktivitas lini depan.
https://www.viva.co.id/bola/1876553-jamie-carragher-bongkar-masalah-arsenal-bukan-mental-tapi-lini-depan-tumpul
Comments
0 comment