Berita Liga Champions: Real Madrid berupaya menegakkan keadilan dalam kasus Vinicius Jr dan Gianluca Prestianni karena mereka menganggap sudah sepatutnya bintang Benfica itu dihukum karena melakukan pelecehan rasial terhadap pemain mereka.
Beberapa organisasi internasional, termasuk CBF, bahkan telah meminta hukuman berat bagi pihak yang bersalah, dan UEFA segera memulai penyelidikan setelah pertandingan di Lisbon.
Namun, kendala utamanya adalah pemain berusia 20 tahun itu menutup mulutnya saat melakukan pelecehan rasial tersebut, dan tidak ada cara untuk membuktikan bahwa ia benar-benar mengatakan apa yang diklaim Vinicius.
Sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung oleh UEFA atas insiden tersebut, pemain muda Benfica, Prestianni, diminta untuk memberikan pernyataan resminya dan mengklarifikasi versinya.
Pemain tersebut kemudian melakukannya tadi malam, dan pernyataan resminya menyatakan bahwa Vinicius Jr. salah mendengar kata-kata penghinaan homofobiknya sebagai pelecehan rasial seperti yang dilaporkan oleh ESPN.
“Saya memanggil Vini Jr dengan sebutan banci. Saya tidak memanggilnya monyet,” kata Gianluca Prestianni.
Ia bersikeras bahwa kata-katanya kepada bintang Brasil itu sama sekali tidak mengandung unsur pelecehan rasial dan bahwa itu murni hinaan homofobia. Namun, masih harus dilihat seberapa besar detail tersebut mengubah jalannya investigasi.
Lagipula, menurut Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA, kerangka hukuman untuk pelecehan rasial dan anti-gay adalah sama. Ini menyiratkan bahwa kebencian homofobia dan rasial diperlakukan sama, dan Prestianni tetap harus menerima konsekuensinya.
“Setiap entitas atau orang yang tunduk pada peraturan ini yang menghina martabat manusia seseorang atau sekelompok orang dengan alasan apa pun, termasuk warna kulit, ras, agama, asal etnis, jenis kelamin, atau orientasi seksual, akan dikenai hukuman skorsing minimal sepuluh pertandingan atau jangka waktu tertentu, atau sanksi lain yang sesuai,” demikian bunyi peraturan tersebut.
Menurut peraturan tersebut, pemain Benfica itu harus dikenai hukuman skorsing minimal sepuluh pertandingan, yang secara praktis mengakhiri partisipasinya di Liga Champions UEFA musim ini dan mungkin seluruh babak penyisihan grup musim depan.
Artikel Tag: uefa, vinicius jr, gianluca prestianni
Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini
https://www.ligaolahraga.com/bola/gianluca-prestianni-sebut-vinicius-banci-bukan-monyet
Comments
0 comment