- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Liverpool
VIVA – Keputusan pemain Senegal untuk mogok bertanding di final Piala Afrika 2025 nyaris menjadi kenyataan. Emosi dan kekecewaan memuncak di kubu Les Lions de la Teranga, sebelum satu sosok tampil sebagai pembeda: Sadio Mane.
Insiden terjadi pada pengujung babak kedua final Piala Afrika 2025 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Minggu 18 Januari 2026 malam WIB.
Para pemain Senegal merasa diperlakukan tidak adil setelah wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko di masa injury time.
Situasi makin memanas karena hanya berselang dua menit sebelumnya, gol Senegal dianulir. Dua keputusan krusial itu membuat mental para pemain runtuh. Pelatih Pape Thiaw bahkan meminta timnya menepi dan memutuskan mogok bertanding sebagai bentuk protes.
“Yang kami rasakan adalah ketidakadilan. Sebelumnya kami pikir seharusnya sudah mencetak gol, dan wasit tidak menggunakan VAR,” ujar Pape Gueye, dikutip dari AP.
Sebagian besar pemain, termasuk staf pelatih, masuk ke ruang ganti. Namun, di tengah kekacauan tersebut, Sadio Mane memilih tetap berada di lapangan. Kapten sekaligus bintang Senegal itu berteriak lantang, meminta rekan-rekannya kembali dan menyelesaikan pertandingan.
Tak berhenti di situ, Mane kemudian berlari ke ruang ganti. Beberapa saat kemudian, seluruh pemain Senegal keluar dan kembali ke lapangan. Pertandingan pun dilanjutkan.
Penalti untuk Maroko tetap dieksekusi. Brahim Diaz yang maju sebagai algojo justru gagal menjalankan tugasnya. Momen itu menjadi titik balik bagi Senegal.
Rekan setim Mane, Mamadou Camara, mengungkap suasana mencekam di ruang ganti saat Mane masuk.
“Kami semua diam. Dia satu-satunya yang datang sambil berteriak, menyuruh kami keluar dan menyelesaikan pertandingan. Tidak ada yang berani membantah,” kata Camara.
“Kami mendengarkannya, karena jika Sadio berbicara, semua orang mendengarkan. Dan pada akhirnya, dia benar.”
Semangat juang Senegal pun kembali menyala. Laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Di momen krusial, Pape Gueye mencetak gol emas yang memastikan kemenangan Senegal sekaligus mengantar mereka menjadi juara Piala Afrika 2025.
“Kami tahu betapa pentingnya memenangkan trofi ini. Kami semua berjuang berkat Sadio dan melihat langsung apa yang dia lakukan malam ini,” ujar Lamine Camara.
https://www.viva.co.id/bola/1874839-detik-detik-mencekam-sadio-mane-panggil-pemain-senegal-yang-mogok-main
Comments
0 comment