- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Waking The Red
Jakarta, VIVA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia oleh PSSI merupakan langkah strategis yang mencerminkan keseriusan dalam membangun arah baru sepak bola nasional yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Menurut Hetifah, rekam jejak internasional John Herdman menjadi modal penting dalam upaya meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia. Herdman dikenal sukses membawa tim nasional putra dan putri Kanada tampil di ajang Piala Dunia, sebuah pencapaian yang menunjukkan kapasitasnya dalam membangun tim secara sistemik.
“John Herdman diharapkan tidak hanya menghadirkan peningkatan prestasi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi pembinaan sepak bola nasional yang kokoh dan sistemik,” ujar Hetifah dalam pernyataan tertulisnya dilansir dari Antara.
Komisi X DPR RI berharap kepemimpinan Herdman mampu mendorong peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, serta mental bertanding para pemain tim nasional di seluruh level kompetisi. Namun demikian, Hetifah menekankan bahwa peningkatan prestasi harus dibarengi dengan pendekatan pembinaan jangka panjang yang konsisten dan terencana.
Dalam catatannya, Komisi X menyoroti sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian pelatih baru timnas Indonesia. Pertama, regenerasi serta pembinaan pemain muda harus menjadi prioritas utama demi menjaga kesinambungan prestasi tim nasional, bukan sekadar mengandalkan pemain siap pakai.
Kedua, proses pemilihan pemain perlu dilakukan secara objektif dan adil, baik terhadap pemain lokal maupun diaspora yang berkarier di luar negeri, dengan parameter teknis yang jelas serta transparan. Ketiga, sinergi antara tim nasional, klub-klub lokal, dan sistem kompetisi nasional dinilai mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat.
Keempat, pencarian dan pembinaan bakat secara inklusif hingga ke daerah-daerah harus diperkuat agar pengembangan sepak bola nasional tidak terpusat pada wilayah tertentu saja.
Komisi X juga mengingatkan bahwa padatnya agenda tim nasional sepanjang tahun 2026 seharusnya tidak mendorong orientasi pada hasil instan semata. Evaluasi kinerja pelatih dan tim, menurut Hetifah, perlu dilakukan secara objektif, berbasis proses, serta berorientasi pada penguatan ekosistem sepak bola nasional.
https://www.viva.co.id/bola/1871853-bukan-sekadar-prestasi-komisi-x-tekankan-visi-jangka-panjang-timnas-indonesia-di-era-john-herdman
Comments
0 comment