- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- AFP Photo
VIVA – Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye, memberikan ucapan selamat kepada tim nasional Senegal usai meraih kemenangan bersejarah di final Piala Afrika usai menaklukkan Maroko. Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan ibu kota Dakar untuk menyambut kepulangan para pemain dalam pawai kemenangan yang berlangsung berjam-jam.
Tim berjuluk Singa Teranga itu berparade menggunakan bus atap terbuka sambil mengangkat trofi Piala Afrika. Perjalanan melintasi pusat kota Dakar memakan waktu lebih dari tujuh jam karena padatnya lautan suporter yang memadati setiap ruas jalan hingga menjelang senja, sebelum rombongan tiba di Istana Presiden.
Dalam seremoni penyambutan di halaman istana, Presiden Faye memuji perjuangan para pemain dan staf pelatih.
“Kalian menunjukkan semangat juang yang luar biasa, ketangguhan yang istimewa, serta tekad yang kuat. Itulah yang membuat kemenangan ini bersejarah,” ujar Faye.
Sepanjang hari, atmosfer Dakar dipenuhi euforia. Suara klakson, teriakan suporter, hingga vuvuzela menggema nyaris tanpa henti. Ribuan penggemar, mayoritas anak muda, terlihat bernyanyi, menari, mengibarkan bendera, bahkan berlari mengikuti laju bus tim nasional.
Sebagian warga menyaksikan pawai dari atas jembatan, gedung, hingga memanjat papan reklame demi melihat para pahlawan sepak bola mereka dari dekat.
Senegal memastikan gelar juara Piala Afrika usai mengalahkan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0 dalam laga final yang berlangsung dramatis di Rabat, Minggu lalu. Pertandingan tersebut sempat diwarnai insiden ketika para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti untuk Maroko di menit-menit akhir waktu normal.
Namun, berkat peran Sadio Mané yang menenangkan rekan-rekannya, Senegal kembali ke lapangan. Penalti Maroko gagal berbuah gol sebelum Pape Gueye mencetak gol penentu di babak tambahan waktu.
Kontroversi tak menyurutkan perayaan di Senegal. Fans Doudou Thiam mengaku tak ingin melewatkan momen bersejarah tersebut.
“Singa Teranga adalah kebanggaan kami. Mereka pantas mendapat semua penghormatan,” ujar Thiam.
Kemenangan ini menjadi gelar Piala Afrika kedua Senegal setelah sebelumnya juara pada 2022. Selain itu, Senegal juga tercatat tampil di tiga final dalam empat edisi terakhir turnamen.
https://www.viva.co.id/bola/1875284-bukan-jam-rolex-pemain-timnas-senegal-dapat-bonus-fantastis-dan-tanah-dari-presiden
Comments
0 comment