- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Jakarta, VIVA – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi tegas kepada sejumlah klub dan individu hasil sidang yang digelar pada 7, 9, 10, dan 12 Desember 2025. Salah satu hukuman paling berat diterima Gresik United FC yang didenda hingga ratusan juta rupiah akibat pelanggaran serius yang melibatkan suporter.
Gresik United FC dijatuhi sanksi berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin PSSI pada 9 Desember 2025. Klub peserta Liga Nusantara 2025 2026 itu dinilai bertanggung jawab atas tindakan penonton yang mengucapkan kalimat rasis kepada tim lawan saat laga Waanal Brother FC vs Gresik United FC pada 5 Desember 2025. Insiden tersebut bahkan membuat pertandingan terhenti selama lima menit.
Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga saat menjadi tuan rumah. Selain itu, Gresik United FC juga dikenai denda sebesar Rp 125.000.000.
Selain Gresik United, Komite Disiplin PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada PSM Makassar yang berlaga di BRI Super League 2025 2026. Klub berjuluk Juku Eja itu didenda Rp 30.000.000 akibat ulah penonton yang melakukan pelemparan botol air minum kemasan dari Tribun VIP dan Tribun Timur saat menghadapi Persebaya Surabaya pada 6 Desember 2025.
Komdis PSSI
Photo :- PSSI
Pada sidang yang digelar 7 Desember 2025, sejumlah klub Liga Nusantara turut menerima hukuman denda. Persebata Lembata dikenai denda Rp 15.000.000 karena enam pemainnya menerima kartu kuning saat melawan Persiba Bantul. Persibo Bojonegoro juga didenda Rp 5.000.000 akibat pengulangan pelanggaran disiplin karena pelatih kepala tidak hadir dalam sesi post match press conference.
Sementara itu, Tri Brata Rafflesia FC dijatuhi denda Rp 2.500.000 lantaran menghadirkan pemain yang tidak terdaftar dalam starting XI pada sesi pre match press conference ketika menghadapi Persikota Kota Tangerang.
Komite Disiplin PSSI juga memberikan perhatian serius terhadap kompetisi usia muda Elite Pro Academy. Dalam sidang 10 Desember 2025, sejumlah pemain U16 dan U20 dijatuhi tambahan larangan bermain dan denda akibat tindakan keras yang berujung kartu merah langsung.
Beberapa pemain yang mendapat sanksi di antaranya I Gusti Ngurah Agung Bagus Indra Yudistira dari Bali United U16, Vleno Kalinga Sembiring dari Persib Bandung U16, Ferizqho Raditya dari Semen Padang U16, hingga Nersa Sudana dari Arema FC U16. Mereka rata rata dijatuhi tambahan larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp 10.000.000.
Your browser does not support iframes.
https://www.viva.co.id/bola/1869573-gresik-united-fc-kena-denda-ratusan-juta-dari-pssi-hingga-pertandingan-terhenti-simak-hasil-sidang-komdisnya
Comments
0 comment