menu
Jepang Terancam Tanpa Moriyasu di Piala Asia 2027, Kesempatan Bagi Indonesia?
Penundaan Piala Asia 2027 memunculkan ketidakpastian masa depan Hajime Moriyasu di Jepang. Situasi ini bisa membuka peluang bagi Timnas Indonesia.
4
dilihat

Berita Timnas - Penundaan Piala Asia 2027 berpotensi membawa dampak lain bagi Timnas Jepang, terutama terkait masa depan pelatih Hajime Moriyasu yang kontraknya akan berakhir. Jika Jepang benar-benar berganti pelatih sebelum turnamen berlangsung, Timnas Indonesia bisa memiliki peluang untuk menghadapi rival terkuatnya di Grup F dengan situasi berbeda.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengubah jadwal Piala Asia 2027 yang semula berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Turnamen di Arab Saudi tersebut kini dijadwalkan bergulir pada 23 Desember 2027 sampai 21 Januari 2028.

Perubahan kalender itu berpotensi memengaruhi persiapan sejumlah peserta, termasuk Jepang. Tim Samurai Biru sebelumnya dikabarkan memiliki rencana pergantian pelatih setelah Piala Asia 2027.

Pelatih Hajime Moriyasu disebut hanya memiliki kontrak hingga Februari 2027. Ia juga dikabarkan berencana meninggalkan jabatannya setelah turnamen tersebut, sementara Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) telah menyiapkan Go Oiwa sebagai calon penerus.

Namun penundaan Piala Asia membuat situasinya menjadi lebih rumit. Jika tidak ada perpanjangan kontrak, masa kerja Moriyasu akan berakhir jauh sebelum turnamen dimulai.

JFA pun harus menentukan langkah berikutnya, apakah memperpanjang kontrak Moriyasu atau mempercepat proses pergantian pelatih. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai keputusan yang akan diambil federasi Jepang.

Media Jepang, Sponichi, sebelumnya melaporkan bahwa pertandingan persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026 berpotensi menjadi penampilan terakhir Moriyasu sebagai pelatih Jepang. Meski demikian, hal tersebut belum memastikan bahwa ia akan langsung meninggalkan jabatannya.

Bagi Timnas Indonesia, kemungkinan pergantian pelatih Jepang tentu menarik untuk dicermati. Moriyasu telah membangun sistem permainan yang cukup lama bersama Samurai Biru. Jika pelatih baru mengambil alih sebelum Piala Asia, ia membutuhkan waktu untuk mengenal pemain sekaligus menerapkan pendekatan taktiknya.

Situasi itu bisa menjadi celah bagi John Herdman untuk mempelajari perubahan permainan Jepang. Namun, pergantian pelatih tidak otomatis membuat kekuatan Samurai Biru melemah. Jepang tetap memiliki pemain berkualitas dan kedalaman skuad yang bisa menjadi modal penting.

Karena itu, Timnas Indonesia tidak bisa hanya berharap pada ketidakpastian di kubu lawan. Herdman tetap perlu memaksimalkan waktu persiapan agar Garuda mampu bersaing di Grup F yang juga dihuni Qatar dan Thailand.

Penundaan Piala Asia memang mengubah jadwal dan berpotensi memengaruhi komposisi staf kepelatihan Jepang. Namun, apakah kondisi tersebut benar-benar menguntungkan Indonesia baru bisa terlihat setelah keputusan resmi mengenai masa depan Moriyasu diumumkan.

Artikel Tag: timnas indonesia

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini

https://www.ligaolahraga.com/bola/jepang-terancam-tanpa-moriyasu-di-piala-asia-2027-kesempatan-bagi-indonesia

REAKSI ANDA?

Comments

https://id.bolaguru.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!

Percakapan Facebook