menu
Indonesia Jajaki Peluang Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade 2028
NOC Indonesia menjajaki peluang menjadi tuan rumah kualifikasi Olimpiade 2028 melalui diplomasi olahraga di Youth Olympic Games Dakar.
3
dilihat
... Tautan telah disalin
Olympic Games symbol is seen in Krakow, Poland on October 5, 2019. (Photo by Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menjajaki peluang menjadi tuan rumah ajang kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Diplomasi olahraga internasional dilakukan untuk membuka kesempatan tersebut sekaligus memperbesar peluang atlet Indonesia tampil di pesta olahraga terbesar dunia itu.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari memanfaatkan momentum Youth Olympic Games Dakar 2026 untuk memperkuat diplomasi olahraga. Selain mendampingi perjuangan atlet muda, KOI juga menjajaki peluang menghadirkan kompetisi internasional ke Indonesia.

Okto, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa salah satu upaya memperbanyak partisipasi atlet Indonesia di Olimpiade adalah dengan menjadi tuan rumah ajang yang masuk dalam jalur kualifikasi. Ajang tersebut mencakup kejuaraan dunia yang menjadi bagian dari penghitungan poin Olimpiade hingga kompetisi kualifikasi penentuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Okto, kehadiran Indonesia dalam berbagai ajang olahraga multievent internasional harus dimanfaatkan untuk memperluas jejaring dan memperjuangkan kepentingan Merah Putih.

"Setiap multievent adalah kesempatan bagi kita untuk berdiplomasi. Pada kesempatan Youth Olympic Games Dakar 2026, kami bertemu langsung dengan para pimpinan federasi internasional, IOC, dan berbagai organisasi olahraga dunia," kata Okto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/11/2026).

"Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki peluang agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, khususnya yang berkaitan dengan jalur kualifikasi Olimpiade," ujarnya.

Diplomasi olahraga itu dilakukan Okto melalui sejumlah pertemuan strategis di sela penyelenggaraan Dakar 2026. Ia bertemu dengan Presiden World Skate Sabatino Aracu, Presiden International Table Tennis Federation (ITTF) Petra Sörling, Presiden International Weightlifting Federation (IWF) Mohammed Jalood, Presiden World Aquatics Husain Al-Musallam, serta Presiden World Climbing Marco Maria Scolaris.

Okto juga bertemu dengan Presiden World Gymnastics Morinari Watanabe, Presiden Union Cycliste Internationale (UCI) David Lappartient, Presiden World Triathlon Antonio Fernández Arimany, Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leeswadtrakul, Presiden Kehormatan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) Jean Todt, serta Presiden United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) Gene Sykes.

Menurut Okto, sejumlah pertemuan tersebut mendapat respons awal yang positif. Beberapa federasi, termasuk dari cabang panjat tebing dan olahraga skating, membuka peluang bagi Indonesia untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara kompetisi internasional. Namun, rencana tersebut tetap harus mempertimbangkan persyaratan dan kesiapan penyelenggaraan.

Selain itu, KOI juga membahas kemungkinan menggelar kejuaraan tinju internasional di Indonesia, termasuk di Bali, pada November atau Desember 2027. Rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan membutuhkan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait.

Bagi KOI, menghadirkan lebih banyak kompetisi internasional ke Tanah Air bukan sekadar meningkatkan kepercayaan federasi dunia terhadap kemampuan Indonesia sebagai penyelenggara. Langkah tersebut juga diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi atlet nasional untuk bersaing di level tertinggi.

"Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya mampu berpartisipasi, tetapi juga bisa menjadi tuan rumah yang baik dan sejajar dengan negara-negara lain. Ini bagian dari diplomasi olahraga yang terus kita bangun," kata Okto.

"Harapannya, semakin banyak kompetisi internasional yang bisa diselenggarakan di Indonesia, sehingga atlet-atlet kita juga memiliki kesempatan lebih besar untuk berproses dan bersaing dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028," tambahnya.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisinya dalam ekosistem olahraga global. Selain membuka peluang menjadi tuan rumah ajang internasional, langkah tersebut diharapkan mendorong kerja sama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pembinaan dan peningkatan prestasi atlet nasional.

Melalui diplomasi olahraga yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan tidak hanya semakin diperhitungkan sebagai negara peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dan penyelenggara ajang olahraga internasional.

... Tautan telah disalin indonesia tuan rumah kualifikasi olimpiade 2028 komite olimpiade indonesia diplomasi olahraga atlet indonesia kompetisi internasional youth olympic games prestasi olahraga ekosistem olahraga global

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

https://sport.detik.com/sport-lain/d-8739911/indonesia-jajaki-peluang-jadi-tuan-rumah-kualifikasi-olimpiade-2028

REAKSI ANDA?

Comments

https://id.bolaguru.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!

Percakapan Facebook