- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Darren Staples / AFP
VIVA - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengungkapkan penyebab utama kekalahan 0-1 timnya dari Arsenal pada lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield. Iraola menyoroti performa buruk The Reds pada awal pertandingan yang membuat mereka harus menelan kekalahan kandang pertama dari The Gunners sejak 2012 silam.
Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Kai Havertz yang memanfaatkan umpan Declan Rice setelah berhasil mengelabui barisan pertahanan Liverpool pada 15 menit awal babak pertama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iraola mengakui bahwa timnya tidak memulai laga dengan intensitas yang diharapkan hingga akhirnya kebobolan gol cepat tersebut.
"Secara keseluruhan, saya pikir kita harus menyalahkan awal pertandingan, terutama. Sampai kami kebobolan gol, saya pikir awal pertandingan belum sesuai dengan level permainan," ujar Iraola, dikutip dari Liverpool Echo.
Kendati memulai laga dengan lambat, Iraola mengapresiasi respons dan reaksi para pemainnya setelah tertinggal. Liverpool dinilai mampu memberikan tekanan besar kepada skuad asuhan Mikel Arteta di sisa waktu babak pertama maupun sepanjang babak kedua.
"Tapi sejak skor 1-0, saya pikir sekitar 15 atau 16 menit, saya menyukai reaksi tim. Saya menyukai bahkan di babak pertama, saya pikir kami bereaksi dengan sangat baik, dan saya pikir kami memberi tekanan besar pada Arsenal," tambahnya.
Dalam laga tersebut, Liverpool menciptakan sejumlah peluang matang untuk menyamakan kedudukan, di antaranya melalui sundulan Alexis Mac Allister yang membentur mistar gawang. Selain itu, Iraola menilai timnya seharusnya mendapatkan hadiah penalti atas salah satu insiden di dalam kotak penalti Arsenal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya pikir kami telah melakukan cukup untuk mencetak gol, tetapi jelas kami belum berhasil. Kami memiliki sundulan Mac Allister yang menurut saya adalah peluang yang sangat jelas. Saya pikir kami juga seharusnya mendapat penalti yang jelas, dan kami memiliki banyak peluang di dalam kotak penalti yang tidak kami selesaikan dengan baik," tegasnya.
Guna memecah kebuntuan menghadapi kokohnya pertahanan Arsenal, Iraola melakukan sejumlah perubahan taktik di babak kedua dengan memasukkan pemain bertipe menyerang seperti Rio Ngumoha, Victor Munoz, dan Dominik Szoboszlai.
https://www.viva.co.id/bola/1940517-kalah-perdana-dari-arsenal-di-anfield-sejak-2012-iraola-sebut-liverpool-harusnya-dapat-penalti