Berita Liga Italia: Cristian Chivu mengaku terpaksa memakai susunan berbeda melawan Milan karena wabah flu di skuad Inter, tetapi mengakui pendekatan timnya salah.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku timnya terpaksa berimprovisasi saat kalah 3-1 dari AC Milan di San Siro. Ia berbicara kepada Sky Sport Italia seusai laga, dimana dia kini tercatat kalah dalam ketiga derby sebagai pelatih.
Dalam laga tersebut, Chivu mengejutkan dengan turun menggunakan formasi 3-4-2-1, dengan Petar Sucic dan Andy Diouf dimainkan di peran yang lebih maju di belakang Marcus Thuram sebagai satu-satunya penyerang tengah.
Sementara itu, Milan juga datang dengan skuad yang pincang, dimana mereka tidak memainkan Alexis Saelemaekers, Fikayo Tomori, dan Matteo Gabbia yang cedera.
"Sakit rasanya kalah di derby, di mana kami dan semua orang punya ekspektasi berbeda soal apa yang diwakili laga ini dan apa yang harus kami pertahankan. Hari ini kami harus berimprovisasi,” ujar Chivu.
“Ini terjadi karena situasi yang muncul dalam beberapa hari terakhir. Kami mencoba mencari pemain yang siap menggertakkan gigi, tetapi itu berat. Kami terpaksa berubah karena Pio Esposito kurang sehat, dan Bonny demam sampai pukul 16.30 serta muntah sepanjang malam, jadi kami harus berimprovisasi,"
"Kami juga yakin itu pilihan yang tepat, karena dua pemain di antara lini dengan dua sayap menyerang dan Andy Diouf menyerang ruang, kami pikir itu solusi terbaik yang kami miliki. Sayangnya tidak berjalan baik, tetapi ada hal bagus juga. Kami membuat Milan banyak kesulitan begitu kami menaikkan tempo,"
Artikel Tag: inter milan, ac milan, cristian chivu
Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini
https://www.ligaolahraga.com/bola/cristian-chivu-inter-berimprovisasi-karena-flu-tapi-pendekatan-salah