Persik Dihajar 0-3, Marcos Reina Soroti Penalti dan Gol Ketiga

Persik harus kalah 0-3 dari Persib Bandung. Marcos Reina selaku pelatih menyoroti dua penalti dan gol ketiga lawan yang menurutnya kontroversial.

Berita Super League Indonesia: Persik dibuat tidak berdaya ketika melawat ke markas Persib. Tim asuhan Marcos Reina tersebut tumbang tiga gol tanpa balas dan kebobolan dua kali dari tendangan penalti.

Partai pekan ke-25 ini dimainkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (9/3). Bertindak sebagai tamu melawan tim pemuncak klasemen sementara, Macan Putih mencoba tetap memperagakan permainan terbuka.

Strategi ini dinilai sang pelatih terbilang sukses untuk menekan Maung Bandung. Bahkan ada beberapa peluang yang dimiliki Persik untuk seharusnya bisa menghasilkan gol jika penyelesaiannya lebih klinis.

"Saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat berani di stadion yang sangat sulit. Di mana kami menunjukkan permainan sepakbola yang bagus, di mana kami sangat dekat dengan mencetak gol dalam banyak situasi," kata Marcos Reina dalam wawacara seusai laga.

Secara ball possession, Ezra Walian dan kawan-kawan juga pada laga ini lebih dominan ketimbang tim tuan rumah. Namun kualitas pemain menurutnya berbicara, Persib lebih matang dan efektif memanfaatkan setiap situasi.

Kondisi tersebut mengakibatkan pemain Persik harus melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Bukan cuma satu kali, ada dua hadiah penalti diberikan wasit akibat kesalahan dan dimanfaatkan oleh Thom Haye dan Andrew Jung.

"Kami bisa menguasai bola dari salah satu tim yang terbaik di liga dengan para pemain yang luar biasa. Tetapi kami menghadapi banyak pemain yang memiliki kualitas berbeda. Kami melakukan kesalahan pada dua penalti, itulah yang menghancurkan kami," ujarnya.

Marcos juga menyoroti gol ketiga Persib yang lahir dari kaki Andrew Jung. Menurutnya gol ini tidak sah karena wasit membiarkan bola langsung berjalan usai satu pemain Persik, Jon Toral dikartu kuning.

"Gol ketiga juga menghancurkan kami dan saya ingin tahu mengapa wasit tidak mengetahui aturannya. Itu karena ketika wasit memberikan kartu kuning, wajib baginya untuk meniup peluit tanda dimulainya lagi kembali pertandingan, dan Persib langsung memulai kembali tanpa wasit meniup peluit, jadi ini tidak diperbolehkan," jelasnya.

"Setelah mereka mencetak gol ini, tentu bagi kami situasinya menjadi lebih sulit, karena kami benar-benar tahu bahwa jika kami mencetak satu gol pada babak kedua, dengan cara kami bermain, kami punya peluang (terhindar dari kekalahan)," pungkasnya.

Artikel Tag: persib, persik

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini

https://www.ligaolahraga.com/bola/persik-dihajar-0-3-marcos-reina-soroti-penalti-dan-gol-ketiga