- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Manchester Evening News
VIVA – Awalnya hanya solusi darurat. Sekadar penambal situasi. Namun siapa sangka, Michael Carrick justru menghadirkan efek yang membuat Manchester United seperti menemukan kembali jati dirinya.
Datang sebagai pelatih sementara, Carrick malah memberi hasil yang terasa permanen. Tiga pertandingan Premier League. Tiga kemenangan. Sembilan poin sempurna.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Old Trafford yang sempat muram kini kembali bergemuruh. Setan Merah mendadak tampil percaya diri, tajam, dan yang paling penting, tahu cara menang. Kemenangan terbaru datang dengan cara paling dramatis. Menghadapi Fulham, United sempat terlihat nyaman setelah unggul dua gol. Tapi laga berubah tegang ketika lawan mampu menyamakan kedudukan.
Saat banyak yang mengira poin akan melayang, Benjamin Sesko muncul sebagai pahlawan lewat gol di masa injury time. Skor 3 2 bertahan hingga akhir. Stadion meledak.
Tiga poin itu bukan sekadar kemenangan biasa. Hasil tersebut memastikan Carrick menjaga rekor 100 persen sejak mengambil alih kursi pelatih. Lebih jauh lagi, United kembali merangsek ke empat besar klasemen, menyalip Chelsea dan Liverpool.
Menang lawan raksasa
Yang membuat laju Carrick terasa spesial, kemenangan United bukan datang dari jadwal mudah. Dua laga sebelumnya justru mempertemukan mereka dengan tim papan atas.
Manchester City ditaklukkan di Old Trafford. Arsenal dipermalukan di Emirates Stadium. Artinya, ini bukan sekadar keberuntungan atau jadwal bersahabat. United benar-benar terlihat lebih solid. Permainan lebih berani menekan, transisi lebih cepat, dan mentalitas tim jauh lebih kuat dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Carrick mungkin tak banyak bicara, tapi sentuhannya terasa nyata di lapangan.
Ujian selanjutnya bernama Tottenham Meski sedang panas, ujian berikutnya tak bisa dianggap enteng. United akan menjamu Tottenham Hotspur.
Secara posisi klasemen, Spurs memang ada di papan tengah. Namun rekor pertemuan justru kurang bersahabat. Tottenham tak terkalahkan dalam enam duel liga terakhir melawan United.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laga-laga yang secara teori bisa dimenangkan, tapi juga cukup tricky. Bayangi rekor Solskjaer Nama Carrick kini mulai dibandingkan dengan Ole Gunnar Solskjaer.
Pada musim 2018 2019, Solskjaer sempat mencatat start sensasional dengan delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk enam kemenangan liga.
https://www.viva.co.id/bola/1878094-sementara-rasa-permanen-carrick-bikin-manchester-united-lupa-cari-pelatih-baru