- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Istimewa
VIVA – Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai MLSC Bandung & Yogyakarta Seri 2 2025–2026 sebagai bukti nyata meningkatnya kualitas dan daya saing sepak bola putri usia dini di Indonesia.
Turnamen yang telah rampung digelar di dua kota tersebut melahirkan juara-juara baru, sekaligus memperlihatkan perkembangan signifikan para peserta dari sisi teknik, pemahaman permainan, hingga mental bertanding.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Timo, keberagaman juara menjadi indikator sehatnya iklim kompetisi. Tidak ada lagi dominasi satu sekolah, karena setiap tim datang dengan persiapan yang semakin matang.
“Kita melihat anak-anak sekarang sudah jauh lebih rutin berlatih, baik di sekolah maupun di SSB. Mereka punya rasa tidak mau kalah dan ingin tampil lebih baik dari seri sebelumnya. Itu yang membuat persaingan semakin ketat,” ujar Timo.
Pelatih berlisensi UEFA A Pro ini juga menyoroti peningkatan pemahaman taktik para pemain muda. Ia menilai banyak peserta mulai mengerti peran masing-masing di lapangan, termasuk penguasaan bola dan penempatan posisi.
“Mereka sekarang sudah mulai paham posisi, tidak lagi sekadar mengejar bola. Dari sisi kualitas, ini sangat menjanjikan dan jadi angin segar untuk pembinaan jangka panjang,” katanya.
Timo mengaku cukup terkesan dengan performa peserta MLSC Bandung Seri 2 2025–2026. Hal itu membuatnya optimistis terhadap peluang All-Stars Bandung di ajang MLSC All-Stars 2025–2026 mendatang, setelah pada edisi sebelumnya hanya mampu melaju hingga fase grup.
“Kalau melihat hasil seri kedua ini, All-Stars Bandung punya kans bersaing di papan atas. Tapi tetap harus diseleksi lagi. Kita akan kumpulkan pemain-pemain terbaik, lalu dipilih yang paling siap,” tutur Timo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan, MLSC bukan sekadar turnamen mencari pemenang, melainkan wadah pembinaan berjenjang. Setelah dua seri digelar di seluruh kota penyelenggara, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026, yang mempertemukan talenta terbaik hasil kurasi sepanjang musim.
Ajang All-Stars nanti juga mengalami perubahan format, dari 7 vs 7 menjadi 9 vs 9, demi mendekatkan pemain pada kebutuhan sepak bola kompetitif yang sesungguhnya. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
https://www.viva.co.id/bola/1877759-kualitas-dan-daya-saing-sepakbola-putri-usia-dini-indonesia-terus-menanjak