- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Sempre Milan
VIVA – Insiden mengerikan mewarnai laga Cremonese kontra Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia. Kiper Cremonese, Emil Audero, menjadi korban lemparan flare dari tribun Stadion Giovanni Zini, Minggu dini hari WIB, 2 Februari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Ketika pertandingan berlangsung normal usai turun minum—dengan Inter unggul 2-0—sebuah benda tiba-tiba melayang ke area kotak penalti Cremonese. Ledakan kecil terdengar, disertai asap tebal yang mengepul tak jauh dari posisi Emil Audero berdiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi sempat membingungkan para pemain. Beberapa detik berlalu sebelum para pemain Cremonese dan Inter menyadari Audero terjatuh di area kotak 16 akibat terkena flare, yang juga disebut sebagai petasan oleh sejumlah pihak.
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengaku ketakutan saat melihat insiden tersebut. Ia tidak langsung mengetahui apa yang terjadi, namun langsung cemas ketika melihat Audero terkapar di tengah asap.
“Saya hanya melihat bagian akhirnya dan merasa sangat takut. Saya mengira dia terkena lemparan langsung. Untungnya Emil mengatakan masih bisa melanjutkan pertandingan,” ujar Nicola, dikutip dari situs resmi Cremonese.
Meski Audero akhirnya kembali berdiri dan laga dilanjutkan, insiden tersebut menyisakan kecemasan. Nicola pun melontarkan kritik keras terhadap perilaku suporter serta pihak-pihak yang dinilainya belum serius memberantas kekerasan di sepak bola Italia.
“Ini adalah kejadian yang seharusnya bisa dihilangkan jika memang ada kemauan. Saya mengatakan ini tanpa menuding siapa pun,” kata Nicola.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menyoroti minimnya solusi konkret atas persoalan lama yang terus berulang di stadion-stadion Italia.
“Saya meminta pihak yang bertanggung jawab untuk meningkatkan budaya olahraga dan menemukan jalan keluar. Masalah seperti ini sudah terjadi sejak lama, dan kita sering kali tidak pernah benar-benar tahu bagaimana dinamika di baliknya,” ucapnya.
Akibat insiden tersebut, Emil Audero dilaporkan mengalami luka pada kaki kanan. Selain itu, berdasarkan laporan Associated Press, kiper berdarah Indonesia itu juga sempat mengeluhkan gangguan pendengaran di telinga kanannya.
https://www.viva.co.id/bola/1877803-pengakuan-mengerikan-pelatih-cremonese-lihat-emil-audero-terkena-lemparan-flare-dari-fans-inter-milan