- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- tangkapan layar
VIVA – Laga final Piala Super Brasil 2026 antara Flamengo vs Corinthians diwarnai insiden tak biasa yang langsung menyedot perhatian publik. Sebuah kartu merah “misterius” diberikan wasit tepat sebelum babak kedua dimulai.
Dalam pertandingan tersebut, Corinthians keluar sebagai juara usai menundukkan Flamengo dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan Tim Corinthians dicetak oleh mantan bek Arsenal, Gabriel Paulista, serta striker andalan Yuri Alberto.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Final ini juga menjadi momen debut Lucas Paqueta bersama Flamengo. Gelandang 28 tahun itu baru saja menuntaskan transfer sensasional senilai 35,5 juta poundsterling dari West Ham United—rekor termahal dalam sejarah sepak bola Brasil. Namun, kepulangan Paqueta ke tanah air jauh dari kata manis karena harus berakhir dengan kekalahan.
Di sisi lain, Corinthians sukses mengakhiri penantian panjang dengan merebut gelar Piala Super Brasil untuk pertama kalinya sejak 1991. Turnamen tersebut memang sempat vakum panjang dan baru kembali digelar dalam beberapa tahun terakhir.
Drama utama justru terjadi menjelang dimulainya babak kedua. Flamengo harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Jorge Carrascal diganjar kartu merah oleh wasit Rafael Rodrigo Klein.
Yang membuat publik tercengang, kartu merah tersebut diberikan sebelum kick-off babak kedua, padahal pelanggaran terjadi di penghujung babak pertama.
Melalui tayangan ulang VAR, Carrascal terlihat menyikut wajah gelandang Corinthians, Bruno Bidon. Meski kontak dinilai minim, VAR menilai insiden tersebut cukup serius untuk direkomendasikan kartu merah.
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) kemudian memberikan penjelasan resmi terkait keputusan kontroversial tersebut.
“Pada awalnya, gambar yang tersedia belum memberikan bukti yang meyakinkan sehingga babak pertama tetap diakhiri secara normal,” tulis CBF dalam pernyataan resminya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, sudut pengambilan gambar yang lebih jelas ditemukan. Dari situ pelanggaran dapat diidentifikasi secara tegas dan wasit diminta melakukan peninjauan ulang hingga akhirnya menjatuhkan kartu merah.”
Keputusan tersebut membuat Flamengo kehilangan momentum dan semakin kesulitan mengejar ketertinggalan. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-0 untuk Corinthians tetap bertahan dan memastikan mereka keluar sebagai kampiun Supercup Brasil 2026
https://www.viva.co.id/bola/1877844-geger-kartu-merah-misterius-di-final-piala-super-brasil-2026