- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- inter.it
Milan, VIVA – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan bahwa penyesalan terbesar klubnya di Liga Champions musim ini bukanlah kalah 1-3 dari Arsenal, melainkan hasil dari kekalahan sebelumnya yang membuat peluang mereka semakin sulit.
Inter Milan, yang menghadapi Arsenal di San Siro pada matchday ketujuh fase grup Liga Champions UEFA 2025/26, akhirnya kalah dengan skor 1-3. Gol dari Gabriel Jesus (dua gol) dan Viktor Gyokeres memastikan kemenangan Arsenal atas tuan rumah.
Namun menurut Chivu, kekalahan itu bukan yang paling disesalkan. Yang menjadi fokus evaluasinya adalah kekalahan Inter dari Atletico Madrid dan Liverpool sebelumnya, yang menurutnya menentukan posisi mereka saat ini di klasemen dan membuat peluang lolos ke babak 16 besar makin berat.
Chivu mengakui bahwa Arsenal tampil lebih kuat dalam hal intensitas, teknik, serta kecepatan permainan, serta memuji kekuatan skuad lawan yang bisa melakukan pergantian pemain dengan dampak langsung.
“Regret (penyesalan) bukan tentang malam ini, tapi di tiga pertandingan sebelumnya. Dengan sikap yang sama seperti malam ini di laga-laga itu, hasilnya bisa berbeda,” ujar Chivu dilansir dari Football Italia.
Meski kalah, Chivu melihat perkembangan positif pada timnya. Ia menilai pertandingan ini memberi pengalaman dan menunjukkan bahwa skuad Inter terus tumbuh dalam hal mental dan kematangan bermain.
Inter kini berada di luar posisi langsung lolos ke 16 besar Liga Champions dan bisa saja harus melalui babak play-off — namun Chivu menekankan bahwa itu bukan hal yang meresahkan, melainkan tantangan yang harus dihadapi.
Dalam pandangan Chivu, kekalahan dari Arsenal bukanlah inti masalah; melainkan sebuah cerminan perkembangan yang harus dilanjutkan. Baginya, evaluasi utama adalah hasil dari beberapa pertandingan penting sebelumnya yang seharusnya bisa memberi poin lebih untuk Inter Milan.
https://www.viva.co.id/bola/1875314-evaluasi-chivu-usai-inter-milan-dipermak-arsenal-bukan-skor-1-3-yang-disesalkan