Berita Liga Italia: Cesc Fabregas, pelatih Como 1907, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap perkembangan timnya yang tengah bersiap menghadapi laga krusial melawan Inter Milan di San Siro. Pertandingan yang akan berlangsung pada hari Minggu pukul 17.00 GMT ini bukanlah sekadar perebutan posisi empat besar, melainkan pertarungan nyata untuk meraih Scudetto.
Fabregas mengakui bahwa Inter adalah tim terkuat di Italia saat ini. Meski Como belum pernah mengalahkan Inter, termasuk dalam semifinal Coppa Italia musim lalu, mereka optimis bisa memberikan kejutan. "Kami sudah mendekati kemenangan tiga kali, tapi ketika Inter meningkatkan permainan, mereka menjadi terlalu kuat untuk semua orang," ujar Fabregas dengan penuh semangat.
Perjalanan Como di Eropa, terutama kemenangan bersejarah 9-1 melawan RC Lens, telah meningkatkan rasa percaya diri tim. Fabregas menegaskan pentingnya bermain tanpa tekanan dan tetap fokus pada gaya permainan mereka sendiri. "Setelah laga ini, kita akan lihat di mana posisi kita sebenarnya," tambahnya.
Meskipun Como sempat dikritik karena kurangnya pemain lokal, usaha mereka untuk membangun tim yang lebih berimbang mulai membuahkan hasil. Mattia Liberali dan bakat muda berusia 17 tahun, Riccardo Cassano, bahkan mendapat panggilan untuk memperkuat timnas Italia di Nations League. "Kepercayaan terhadap pemain adalah hal mendasar dalam sepak bola," kata Fabregas.
Salah satu talenta muda yang mencuri perhatian adalah Matteo Papaccioli, yang mencetak gol debutnya di Liga Champions pekan lalu. Fabregas berbagi cerita tentang kemajuan Papaccioli, "Dia punya mentalitas kuat dan semangat yang tinggi. Cedera sempat menghambatnya, tapi saya selalu mengingatkan pemain untuk siap mengambil setiap kesempatan."
Dalam wawancara, Fabregas juga mengenang nasihat yang diberikan Mikel Arteta saat pertama kali menginjakkan kaki sebagai pelatih di Como. "Arteta menjadi inspirasi bagi saya. Kesabaran yang ditunjukkan oleh klubnya, meskipun sempat berada dalam posisi sulit, itulah yang kami butuhkan juga."
Fabregas menutup dengan refleksi tentang perkembangan dirinya sebagai pelatih. "Saya merasa lebih baik dalam mempersiapkan dan membaca permainan. Bermain setiap tiga hari mengubah cara pandang saya, memberi keseimbangan dalam menghadapi hasil. Kami ingin menjadi tim hebat dengan kerendahan hati," pungkasnya.
Partisipasi pemain bintang seperti Lautaro Martinez, Hakan Calhanoglu, dan Marcus Thuram dari Inter diakui Fabregas sebagai tantangan, namun dia menegaskan, "Saya tidak akan mengubah apa yang telah kami lakukan."
Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini
https://www.ligaolahraga.com/bola/fabregas-hampir-menang-lawan-inter-arteta-jadi-inspirasi